by humas unusa | Nov 25, 2025 | gender equality, good health and well being, peace, justice and strong institutions, reduced inequalities
Bullying di sekolah bukan sekadar persoalan kenakalan remaja. Dampaknya bisa merenggut kesehatan mental siswa, merusak rasa percaya diri, dan memunculkan luka yang tak terlihat. Lebih menyedihkan lagi ketika diskriminasi dilakukan terhadap siswa berkebutuhan khusus...
by humas unusa | Nov 10, 2025 | good health and well being, quality education, reduced inequalities
KELUHAN gatal-gatal yang timbul berulang, seringkali datang dari anak-anak yang tinggal di pondok pesantren. Hal ini karena konsep boarding yang diterapkan di pondok pesantren, yang mana hidup bersama dengan banyak orang. Situasi ini membuat kondisi jadi lebih rentan...
by humas unusa | Nov 3, 2025 | quality education, reduced inequalities
Batu – Dalam upaya memperkuat kapasitas dan solidaritas antar pengurus, Himpunan Mahasiswa S1 Gizi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (HIMAGIZU UNUSA) menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pengurus periode 2025/2026. Mengusung tema “Empowering Pengurus,...
by humas unusa | Oct 22, 2025 | good health and well being, partnerships for the goals, quality education, reduced inequalities, zero hunger
BANGKALAN menjadi salah satu fokus upaya percepatan penurunan angka stunting di Jawa Timur. Menyikapi pentingnya intervensi terpadu, dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) aktif turun langsung melakukan penyuluhan dan...
by humas unusa | Sep 29, 2025 | quality education, reduced inequalities
AUTISM Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan otak yang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan perilaku. Meski demikian, keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih prestasi. Seorang mahasiswa calon guru Bahasa...
by humas unusa | Sep 18, 2025 | gender equality, good health and well being, partnerships for the goals, quality education, reduced inequalities
KETERLAMBATAN perkembangan anak kini menjadi isu yang sangat serius di tingkat global, termasuk di Indonesia. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa secara global terdapat 52,9 juta anak usia di bawah lima tahun yang mengalami gangguan...