BANGKALAN menjadi salah satu fokus upaya percepatan penurunan angka stunting di Jawa Timur. Menyikapi pentingnya intervensi terpadu, dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) aktif turun langsung melakukan penyuluhan dan edukasi digital kepada masyarakat di wilayah Bangkalan pada 11 September 2025.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan KKN-T yang dilaksanakan oleh Universitas Trunojoyo Madura yang berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. 

Pada kegiatan tersebut, terdapat beberapa rangkaian yang diikuti oleh warga setempat. Kegiatan pertama diawali dengan kegiatan posyandu keluarga dan imunisasi yang didampingi oleh kepala puskesmas. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan langkah preventif stunting yang diikuti oleh remaja, ibu hamil dan ibu balita.

Poin penting yang disampaikan pada penyuluhan tersebut yakni  menyampaikan langkah preventif pencegahan stunting di Kabupaten Bangkalan dan penyuluhan terkait pentingnya imunisasi. Selain itu, terdapat penyuluhan terkait pentingnya minum TTD dan disaat itu juga warga setempat diberikan TTD oleh pihak kader dan puskesmas.

Kehadiran mahasiswa Unusa ini disambut baik oleh pihak mitra dan masyarakat yang terlihat antusias. Hal ini terlihat saat proses penyuluhan berlangsung, mereka aktif bertanya dan menanggapi penjelasan tim penyuluh.

Fakultas Kesehatan Masyarakat Unusa berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai institusi dalam mengoptimalkan program pencegahan stunting, terutama melalui pemberdayaan masyarakat dan inovasi digital. Selain itu, penyuluhan yang disesuaikan dengan kearifan lokal dan budaya masyarakat Bangkalan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku yang berkelanjutan.(***)