Sustainable Development Goals Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Sustainable Development Goals

Sustainable Development Goals, disingkat SDGs atau Global Goals, adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai agenda dunia pembangunan untuk keselamatan manusia dan planet bumi. Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030. Tujuan ini merupakan kelanjutan atau pengganti dari Tujuan Pembangunan Milenium yang ditandatangani oleh pemimpin-pemimpin dari 189 negara sebagai Deklarasi Milenium di markas besar PBB pada tahun 2000 dan tidak berlaku lagi sejak akhir 2015.

THE 17 GOALS

SDG 1 is a university effort to reduce poverty aimed at the general public and the academic community in the internal campus environment, such as students

SDG 2 is an effort to reduce hunger, achieve food security and better nutrition and support sustainable agriculture.

SDG 3 focuses on the availability of health facilities for the community. Within the university’s scope, activities that support SDG 3 points are community service, internal community services, and health facilities for students.

SDG 4 aims to ensure inclusive and equitable education and increase learning opportunities for all, including those who do not have the opportunity to study at university.

SDG 5 aims to eliminate discrimination, violence, human trafficking, sexual exploitation, harmful practices against women, especially girls.

SDG 6 focuses on the affordability and distribution of safe water for the community, adequate hygiene for the community, improving water quality by reducing water pollution, increasing water use efficiency, and ensuring a sustainable water supply to address the problem of water scarcity.

SDG 7 focuses on people’s access to affordable energy, improving energy efficiency, using sustainable and renewable energy. SDG 7 also aims to reduce energy use with energy efficiency technology to reduce the use of non-renewable energy.

SDG 8 focuses on promoting economic growth, productive employment opportunities, and decent work for people. SDG 8 aims to reach work opportunities for women and men and persons with disabilities at a decent wage.

SDG 9 focuses on building quality and durable infrastructure, promoting inclusive and sustainable industrialization, promoting innovation through industry relations, and researching the industry, innovation, and infrastructure.

SDG 10 is an effort by universities in overcoming inequality both economic inequality and health within and between countries, including in terms ofndisability, minorities, and discrimination.

SDG 11 focuses on inclusive, safe, durable, and sustainable urban and residential development, including public access to buildings, libraries, museums, and green spaces. SDG 11 also focuses on arts and cultural heritage.

SDG 12 focuses on the efficient use of university resources, minimizing waste, and increasing the production of recycled waste in the university environment.

SDG 13 focuses on the university’s total energy use and the university’s efforts to deal with uncertain climate change.

SDG 14 focuses on university activities related to educational programs that support the sustainability of marine ecosystems.

SDG 15 is the university’s effort to protect and increase the sustainable use of terrestrial ecosystems, such as reforesting forests, stopping desertification activities, protecting biodiversity.

SDG 16 is the university’s efforts to support peaceful and inclusive societies for sustainable development, provide access to justice for all and build effective, accountable, and inclusive institutions at all levels, both regional and national.

SDG 17 is an effort to strengthen implementation and cooperation with local, national, and international parties to achieve the SDGs’ goals.

Dosen FKIP UNUSA Jadi Narasumber Sharing Session Internasional di UMK Malaysia: Dorong Inovasi Pembelajaran Digital

DI tengah derasnya transformasi digital, dunia pendidikan menghadapi tantangan baru: bagaimana memastikan mahasiswa tetap terlibat aktif dan kreatif, sementara metode belajar tradisional mulai kehilangan daya tariknya. Jika pendidik tidak segera beradaptasi, maka...

Guru Belum Siap Hadapi AI? Webinar Internasional UNUSA Buka Jalan Solusinya

KEMAJUAN teknologi informasi dan komunikasi semakin mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Artificial Intelligence menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan industri, inovasi, dan infrastruktur pendidikan modern. Namun, untuk...

UNUSA Bekali Guru SMP Surabaya Utara Tangani Bullying pada Siswa Berkebutuhan Khusus

Bullying di sekolah bukan sekadar persoalan kenakalan remaja. Dampaknya bisa merenggut kesehatan mental siswa, merusak rasa percaya diri, dan memunculkan luka yang tak terlihat. Lebih menyedihkan lagi ketika diskriminasi dilakukan terhadap siswa berkebutuhan khusus...

Educamp PGSD UNUSA: Ruang Baru untuk Mewujudkan Ide Menjadi Solusi Pendidikan

INDONESIA sedang berada pada fase penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Salah satu target besar pembangunan global atau SDGs adalah memastikan setiap pelajar mendapatkan pengalaman belajar terbaik dari guru-guru yang tidak hanya...

Bergerak Bersama Wujudkan Pendidikan Berkelanjutan melalui Gema Pradana Festival

PENDIDIKAN yang baik bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Hal ini membutuhkan pendidik yang tidak hanya mahir dalam mengajar, tetapi juga imajinatif, kreatif, dan mampu menginspirasi optimisme pada generasi mendatang. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi...

UNUSA Membekali Calon Guru dengan Etika, Kreativitas, dan Literasi Teknologi

PENDIDIKAN sangat penting untuk membangun masa depan yang berkelanjutan. Namun, tantangan dunia modern tidak lagi terbatas pada menjamin akses ke pendidikan. Penyediaan pendidikan yang berkualitas, adil, dan berorientasi pada pembelajaran seumur hidup turut...

Empat Mahasiswa Unusa Rasakan Lintas Budaya Melalui Program Pertukaran Budaya di UWKS

DI tengah dunia yang semakin terhubung, pemahaman lintas budaya bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, melainkan sebuah kebutuhan fundamental. Batas-batas geografis kian kabur oleh teknologi, menuntut kita untuk mampu berdialog, memahami, dan menghargai keberagaman...

 Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Santri di Pesantren Jagad ‘Alimussirry

Apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata santri? Sebagian besar mungkin akan membayangkan kehidupan yang terfokus pada mengaji, belajar ilmu agama, dan menempuh pendidikan formal. Gambaran ini tidak salah, namun di era modern, tantangan seorang santri menjadi...

Menekankan Pemikiran Kritis Pada Generasi Z di Pondok Pesantren Jagad ‘Alimussirry

GENERASI Z (Gen Z)—mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 adalah generasi yang unik. Di Indonesia saja, jumlah mereka mencapai 75,49 juta jiwa, atau setara dengan 27,94% dari total populasi, menjadikan mereka kelompok demografis terbesar. Sejak lahir, mereka...

Edukasi Pentingnya Berinvestasi Saham di MA Mambaul Ulum Jombang

DI tengah gempuran teknologi dan media sosial, generasi muda saat ini terutama kaum milenial dan Gen Z menghadapi sebuah persimpangan krusial. Di satu sisi, ada tuntutan gaya hidup yang serba instan: kopi kekinian, gadget terbaru, dan tiket konser. Di sisi lain, ada...
Dosen FKIP UNUSA Jadi Narasumber Sharing Session Internasional di UMK Malaysia: Dorong Inovasi Pembelajaran Digital

Dosen FKIP UNUSA Jadi Narasumber Sharing Session Internasional di UMK Malaysia: Dorong Inovasi Pembelajaran Digital

DI tengah derasnya transformasi digital, dunia pendidikan menghadapi tantangan baru: bagaimana memastikan mahasiswa tetap terlibat aktif dan kreatif, sementara metode belajar tradisional mulai kehilangan daya tariknya. Jika pendidik tidak segera beradaptasi, maka...