Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per Januari 2026, setidaknya ketersediaan kantong darah ada 4,4 juta. Jumlah tersebut terbilang masih kurang, mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia idealnya ketersediaan kantong darah suatu negara 2 persen jumlah penduduknya. Indonesia sendiri memiliki sekitar 280 juta jiwa, sehingga memerlukan 1,2 juta kantong darah lagi untuk memenuhi standar tersebut.

Himpunan Mahasiswa D-IV Analis Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan darah nasional. Dengan menggelar aksi donor darah di Auditorium Lantai 6 Kampus B UNUSA Surabaya pada Selasa (10/2/2026).

Aksi sosial ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas, baik warga kampus maupun masyarakat umum. Ada sekitar 200 peserta yang mendaftar untuk melakukan donor darah.

Guna menjamin keamanan dan kualitas proses pengambilan darah, panitia menggandeng tim medis profesional dari Instalasi Transfusi Darah RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata dukungan kampus terhadap pembangunan berkelanjutan atau SDGS 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, terutama dalam menjaga ketersediaan pasokan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tak sekadar mengambil darah, tim mahasiswa analis kesehatan juga memberikan edukasi ringkas mengenai manfaat donor darah bagi kesehatan jantung serta pentingnya menjaga pola hidup sehat kepada para pendonor.

Inisiatif ini pun mendapat tanggapan positif dari pihak program studi yang memantau langsung jalannya kegiatan di lokasi.

​”Aksi ini menjadi wadah pembelajaran yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengasah kepedulian sosial. Selain membantu menjaga stok darah di rumah sakit, kegiatan ini melatih empati mereka sebagai calon tenaga medis,” ujar Sekretaris Departemen Teknologi Laboratorium Medis UNUSA, Yauwan Tobing Lukiyono, S.S.T, M.Si. 

​Melalui aksi donor darah ini, mahasiswa UNUSA berharap kesadaran masyarakat Surabaya untuk mendonorkan darah secara rutin dapat terus meningkat demi menyelamatkan lebih banyak nyawa. (DRD)