Dunia kesehatan masyarakat memiliki cakupan yang luas dan dinamis, mulai dari edukasi lapangan hingga tata kelola kebijakan publik. Membuka wawasan mahasiswa mengenai arah masa depan, Himpunan Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menggelar Public Health Fair (PHF) 2026 di Auditorium UNUSA Tower Kampus B, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini diawali dengan sesi pemaparan materi utama yang dipandu oleh Dosen S1 Kesehatan Masyarakat UNUSA, Kuuni Ulfah Naila El Muna, S.KM., M.Epid. Sesi pertama menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu District Coordinator for ILP+ Project PATH, Meytha Nurani, S.KM., M.Sc. PH, serta Dosen S1 Kesehatan Masyarakat UNUSA, Dwi Handayani, S.KM., M.Epid. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi riset sains dan aksi nyata di lapangan dalam membangun kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi alumni bertajuk Public Health Discussion: From Science to Impact yang dipandu oleh Dosen S1 Kesehatan Masyarakat UNUSA, Atik Qurrota A’Yunin A, S.KM., M.Kes. Sesi ini menghadirkan tiga alumni dari berbagai bidang profesi.
Promotor Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Ulfa Ulinnuha, S.KM., membagikan pengalamannya dalam merancang program edukasi kesehatan warga. Sementara itu, Penerima Beasiswa LPDP FKM UI, Dimas Syafi Aldi, S.KM., serta Verifikator BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Adelia Dwi Pristanti, S.KM., mengulas pentingnya pemahaman data kesehatan dan manajemen asuransi publik di dunia kerja.
Pengalaman nyata para praktisi dan alumni tersebut memberikan gambaran serta motivasi berharga bagi para mahasiswa yang hadir.
”Melalui pemaparan praktisi dan cerita alumni, kami ingin mahasiswa punya gambaran karir yang semakin jelas dan optimistis. Lulusan kesehatan masyarakat memiliki ruang gerak yang sangat luas untuk memberikan dampak nyata,” ujar Dekan Fakultas Kesehatan UNUSA, Dr. Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes.
Lewat gelaran ini, mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat UNUSA tidak hanya menyerap teori di ruang kelas, tetapi juga siap mengarungi dunia profesional dengan percaya diri. Langkah ini sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas. (DRD)