Kecelakaan merupakan peristiwa yang tidak dapat diperkirakan dan diprediksi. Sebagian besar insiden kecelakaan mengakibatkan cedera pada bagian ekstremitas bawah (kaki). Persentase angka kejadian kecelakaan yang menyebabkan patah pada kaki di Indonesia adalah 46,2%.

Perdarahan dapat terjadi jika penanganan patah pada kaki tidak segera dilakukan. Selain itu, penanganan yang terlambat juga dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang atau kecacatan pada kaki.  

Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk penanganan patah pada kaki adalah dengan pembalutan bebat bidai. Balut bebat bidai adalah tindakan memfiksasi bagian tubuh yang mengalami cedera menggunakan benda yang bersifat kaku dan fleksibel saat digunakan beraktivitas.

Namun, sayangnya banyak masyarakat awam yang tidak mengetahui cara melakukan pembalutan bebat bidai pada kaki dengan benar.

Permasalahan tersebut yang melatarbelakangi pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Ainul Rofik, dr., Sp.An, KIC dan tim. Adapun sasaran pengabdian masyarakat ini adalah kader kesehatan IOM. IOM adalah Organisasi Internasional untuk Migrasi yang didirikan pada tahun 1951 yang berdedikasi untuk mempromosikan migrasi yang berperikemanusiaan dan teratur yang bermanfaat bagi semua.

Kegiatan ini berfokus pada pelatihan bebat bidai untuk kader pengungsi di IOM, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif dan sebagai langkah penanganan awal kegawatdaruratan bagi para migran dan para kader kesehatan.

Pelatihan bebat bidai dilaksanakan selama 45 menit. Sebelum dilakukan pelatihan, penyuluhan dilakukan terlebih dahulu dengan durasi 30 menit dan diskusi tanya jawab selama 15-20 menit. Kegiatan ini mendapat respons positif oleh kader kesehatan IOM. Terlihat dari kader yang aktif bertanya pada sesi diskusi tanya jawab. 

Ainul Rofik, dr., Sp.An, KIC dan tim berharap agar ilmu yang sudah diberikan mengenai bebat badai pada kader kesehatan IOM dapat diimplementasikan dengan baik sebagai langkah penanganan awal korban kecelakaan patah kaki sehingga cedera lebih parah akibat kecelakaan dapat dicegah.(***)