MENJADI tua adalah proses alami yang dilalui setiap manusia. Namun, seiring bertambahnya usia, lansia sering menghadapi berbagai keterbatasan, baik fisik, mental, maupun sosial. Kondisi ini membuat lansia membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan agar tetap merasa aman, nyaman, serta memiliki ruang untuk bersosialisasi dan beraktivitas.

Data menunjukkan bahwa jumlah lansia di Indonesia terus meningkat seiring membaiknya pelayanan kesehatan. Hal ini berdampak pada bertambahnya usia harapan hidup masyarakat. Di Kota Surabaya, jumlah lansia mencapai lebih dari 227 ribu jiwa atau sekitar 7,9 persen dari total penduduk. Kondisi ini menempatkan Surabaya sebagai salah satu kota dengan kategori berpenduduk tua.

Meningkatnya jumlah lansia tentu harus diimbangi dengan perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Permasalahan yang kerap muncul meliputi penurunan daya ingat, depresi akibat kesepian, hingga keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan dan ruang sosial. Sayangnya, masih ada paradigma di masyarakat yang menganggap lansia tidak produktif, sakit-sakitan, bahkan menjadi beban keluarga. Padahal, dengan penanganan yang tepat, lansia tetap bisa sehat, mandiri, dan berdaya.

Di Surabaya sendiri, program pelayanan lansia telah berjalan, seperti posyandu lansia, kader kesehatan lansia, dan senam rutin. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya optimal karena belum menyentuh aspek dukungan lingkungan dan sosial yang sangat penting bagi kesejahteraan lansia. Dukungan sosial keluarga maupun masyarakat menjadi kunci agar lansia dapat tetap aktif, produktif, serta terhindar dari masalah psikologis seperti stres, depresi, atau demensia.

Sebagai bentuk kepedulian, dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan UNUSA menginisiasi program pengabdian masyarakat di RT 06 Kelurahan Wonokromo. Program ini fokus pada peningkatan pengetahuan lansia tentang hidup sehat, pencegahan demensia, serta pemberdayaan lansia agar tetap aktif di lingkungan sosial. Melalui kegiatan ini, lansia diharapkan tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mampu menjaga kesehatan mental dan tetap merasa berharga di tengah keluarga maupun masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung kesehatan yang baik dan kesejahteraan bagi semua usia. Dengan dukungan yang tepat, lansia dapat menikmati masa tua dengan lebih bahagia, sehat, dan bermakna, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga kualitas hidup hingga usia lanjut.(***)