Surabaya – Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik, terutama di era society 5.0 yang menuntut individu untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan mengembangkan pemikiran kritis sejak usia dini. Kesempatan belajar berkualitas merupakan landasan penting untuk menciptakan generasi luar biasa yang mampu berinovasi dan berkontribusi pada masyarakat. Dalam konteks ini, pemberdayaan perempuan dalam pendidikan, penguasaan teknologi, dan penguatan keterampilan calon guru tidak dapat dipisahkan. Pendidikan harus terus berkembang melalui inovasi, penelitian, kolaborasi, dan berbagi pengetahuan antar lembaga agar dapat mengikuti laju dinamis era digital.
Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) mengadakan kuliah tamu bertema “Peran Pembelajaran Deep Learning dalam Kurikulum PAUD Era Society 5.0.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber akademisi dari Universitas Negeri PGRI Kediri dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan, baik jalur reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana pendekatan deep learning dapat membantu anak usia dini belajar secara lebih bermakna.
Kemajuan teknologi dan digitalisasi telah membawa perubahan besar dalam bidang pendidikan. Era Society 5.0 menuntut sistem pendidikan yang mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan secara harmonis dengan nilai-nilai manusia. Kemudian dalam konteks pendidikan anak usia dini, hal ini berarti menanamkan keterampilan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif sejak usia dini. Pembelajaran tidak lagi berfokus pada menghafal, melainkan pada proses pemahaman, penalaran, dan penciptaan. Oleh karena itu, kuliah tamu ini mengajak calon mahasiswa pendidikan anak usia dini untuk menanamkan semangat inovasi dalam proses belajar mengajar, menjadikan pendidikan sebagai tempat pemberdayaan dan pembentukan karakter bagi anak-anak.
Acara ini dilaksanakan secara hybrid di Kampus C UNUSA pada Kamis, 19 Juni 2025. Mahasiswa reguler hadir secara langsung, sementara peserta RPL terhubung secara online melalui Zoom dan saluran YouTube FKIP UNUSA. Melalui konsep acara seperti in, membuat acara menjadi inklusif dan dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas. Tujuan yang diharapkan adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami strategi pembelajaran inovatif seiring dengan kemajuan teknologi pendidikan. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat berbagi pengetahuan antara mahasiswa dan dosen dalam konteks pembelajaran sepanjang hayat.
Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan FKIP UNUSA dan Kepala Program Pendidikan Anak Usia Dini, yang menekankan pentingnya kolaborasi akademik dan peningkatan keterampilan calon pendidik. Selanjutnya, narasumber memaparkan konsep deep learning dalam pendidikan anak usia dini dan cara mengintegrasikannya dengan kurikulum berbasis karakter. Mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana pembelajaran yang berpusat pada anak dapat mendukung perkembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi sejak usia dini. Kelas ini berlangsung dinamis dan interaktif, dengan sesi diskusi yang merangsang rasa ingin tahu dan imajinasi para peserta.
Sebagai kegiatan yang dilakukan secara hybrid, terdapat tantangan teknis seperti koneksi internet dan jumlah perangkat yang terbatas menjadi kendala. Namun, panitia dan tim teknis FKIP UNUSA merespons dengan cepat dengan menawarkan saluran komunikasi alternatif dan memastikan semua sesi direkam dan dapat diakses. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen acara yang adaptif penting di era digital. Kemampuan kerjasama tim sangat penting bagi kesuksesan kegiatan ini, begitu pula dengan penyajian contoh nyata penerapan pemecahan masalah di bidang pendidikan.
Salah satu nilai tambah dari kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan Universitas Negeri PGRI Kediri. Langkah ini memperkuat kolaborasi dan kemitraan akademik antara kedua institusi, membuka peluang luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat. Kerja sama ini juga merupakan sarana untuk memperkuat kompetensi guru dan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi di bidang pendidikan anak usia dini. Dalam semangat berbagi pengetahuan dan penguatan kapasitas, kegiatan ini merupakan contoh konkret dari implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).
Kegiatan kuliah tamu ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa PG PAUD UNUSA tentang pentingnya deep learining. Sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami penerapan deep learning dalam konteks nyata di pendidikan anak usia dini. Antusiasme peserta sangat terasa, terlihat dari partisipasi mereka dalam sesi tanya jawab dan refleksi mereka tentang praktik pembelajaran. Kegiatan ini berfungsi sebagai alat pemberdayaan bagi mahasiswa, terutama perempuan, untuk mengubah mereka menjadi guru profesional, inovatif, dan tangguh di era digital.
Kuliah tamu yang mengambil tema deep learning ini merupakan langkah nyata UNUSA dalam memperkuat pendidikan yang berlandaskan kualitas, berkarakter, dan memiliki adaptabilitas terhadap teknologi. Dengan kegiatan yang mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan berbagi pengetahuan, mahasiswa PG PAUD tidak hanya dibekali sebagai pendidik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mandiri dan visioner.
Kegiatan ini, dapat terlaksana melalui semangat kolaborasi dan pemberdayaan yang menegaskan komitmen UNUSA untuk terus mendidik generasi pendidik yang siap membangun masa depan yang lebih inklusif, kreatif, dan berkelanjutan dalam pendidikan prasekolah. (***)