PERKEMBANGAN teknologi yang semakin cepat memiliki pengaruh besar terhadap ilmu pengetahuan. Salah satunya, ilmu kedokteran yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang ada. Mengimbangi ilmu dan teknologi yang terus terbaharui ini memerlukan sumber daya manusia (SDM) dengan kualitas yang tidak sembarangan.

Perguruan tinggi sebagai institusi yang berperan menghasilkan SDM dengan kemampuan yang mampu beradaptasi di dunia industri. Tentunya memiliki peran yang besar dalam membentuk kualitas SDM. Sistem mengajar dosen menjadi aspek penting dalam menghasilkan SDM dengan kualitas tinggi. 

Dalam meningkatkan kualitas SDM ini, terkadang masih menemui berbagai hambatan. Khususnya dalam implementasi profesionalisme mahasiswa pendidikan dokter, yakni bagaimana sikap mahasiswa saat proses pembelajaran berlangsung.

Kondisi ini menarik perhatian dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Paramita Sari, dr., M.Sc., untuk meneliti efektivitas proses mengajar yang diterapkan oleh dosen FK UNUSA. Yakni dengan melihat efektivitas metode pembelajaran Forum Group Discussion (FGD) yang sering diterapkan di UNUSA.

Kendala yang dihadapi saat proses belajar mengajar di kampus yaitu terhambatnya penyampaian materi, penerimaan dan pemahaman mahasiswa yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kepribadian mahasiswa, lingkungan mahasiswa, dan dosen pembimbing, dan rekan mahasiswa yang dapat berpengaruh negatif terhadap ekosistem pembelajaran di kampus.

Berdasarkan alasan diatas, Paramita Sari, dr., M.Sc, dan tim meneliti pendapat beberapa dosen FK mengenai metode pembelajaran berbasis Focus Group Discussion untuk pembelajaran. Metode pembelajaran ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang diimplementasikan di UNUSA.

Penelitian metode Focus Group Discussion dilaksanakan 25 Juni 2024-15 Juli 2024 dengan jumlah responden 5 orang yang terdiri dari berbagai dosen FK UNUSA. 

Adapun yang dimaksud FGD adalah salah satu metode pembelajaran aktif di mana sekelompok kecil mahasiswa bertemu untuk mendiskusikan topik tertentu. Adapun aspek yang mengukur profesionalisme mahasiswa saat FGD yaitu menyampaikan ide, menghormati pendapat orang lain, bekerja sama, dan menunjukkan sikap keterbukaan terhadap pendapat teman.

Penelitian ini mewawancarai 5 dosen UNUSA dengan 8 pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan seperti komentar dosen mengenai berjalannya FGD pada modul integrative di FK UNUSA, peran mahasiswa FK saat tutor MI, FGD ideal atau tidak jika dilihat dari sisi profesionalisme, hal yang mendukung implementasi profesionalisme mahasiswa saat tutor, profesionalisme mahasiswa sudah sesuai atau tidak, dan sebagainya.

Meskipun penelitian ini belum dipublikasi hasilnya, tetapi Paramita Sari, dr., M.Sc berharap agar profesionalisme mahasiswa FK UNUSA dapat meningkat saat pembelajaran di kelas baik tutorial, kelas, maupun praktikum.