TEKNOLOGI saat ini telah menjadi bagian terpenting di kehidupan manusia terutama dalam sektor industri. Menurut Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Tahun 2024, penggunaan teknologi digital di sektor industri telah meningkat sebesar 25% antara tahun 2020 hingga 2023. Pemerintah juga mendukung penggunaan teknologi melalui program “Making Indonesia 4.0”, yang salah satu tujuannya untuk memperbaiki efisiensi kerja dan keamanan di lingkungan kerja.

Menanggapi hal tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) kembali menunjukkan kiprah inovatifnya dalam bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Para dosen dari Program Studi K3 UNUSA berhasil mengembangkan sebuah sistem inspeksi alat pemadam api ringan (APAR) berbasis Website Barcode yang dirancang untuk mempermudah proses pengecekan, pemeliharaan, dan pelaporan APAR secara digital.

Inovasi tersebut mulai diimplementasikan di PT. Semen Indonesia Logistik (SILOG) pada bulan Desember 2024. Website tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses pemeriksaan dan sistemnya dapat mendukung pencapaian standar kinerja yang lebih baik. Selain itu, inovasi tersebut diharapkan memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan risiko kebakaran di area kerja dan masyarakat.

Sistem inspeksi berbasis website tersebut dirancang agar dapat diakses kapan saja dan di mana saja, memberi kemudahan bagi petugas K3, pengelola gedung, dan fasilitas manajemen dalam memastikan kesiapan APAR yang tersedia. Melalui website tersebut, setiap alat pemadam api ringan yang terdaftar dapat dimonitor statusnya secara real time, mulai dari kondisi fisik, tanggal pemeriksaan terakhir, hingga jadwal pemeliharaan berikutnya. 

Selain itu, sistem inspeksi tersebut dilengkapi dengan fitur notifikasi yang otomatis mengingatkan petugas terkait pemeriksaan jadwal sehingga tidak ada alat yang terlewatkan dari pemeriksaan rutin.

Pengembangan sistem ini juga memberikan nilai edukasi bagi mahasiswa K3 UNUSA. Para pelajar dapat terlibat langsung dalam pengujian dan penggunaan aplikasi sebagai bagian dari pembelajaran praktis yang mendekati kebutuhan industri. Respons positif datang tidak hanya dari kalangan akademisi tetapi juga praktisi keselamatan kerja yang mulai mengadopsi sistem ini dalam lingkungan kerja mereka.

Rencana ke depannya, Tim K3 UNUSA berencana menambah fitur pendukung seperti peta lokasi APAR yang terintegrasi dengan sistem GPS agar petugas dapat dengan mudah menemukan posisi alat pemadam yang perlu dicek. Selain itu, pengolahan data yang lebih canggih dengan analisis prediktif juga sedang dikembangkan untuk membantu kebutuhan pemeliharaan APAR sebelum alat mengalami kerusakan.

Inovasi ini tidak hanya membantu mengefektifkan pengelolaan alat pemadam api ringan tetapi juga memperkuat budaya K3 yang berbasis teknologi digital. UNUSA sebagai institusi pendidikan tinggi terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan saling keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan di Indonesia melalui solusi teknologi yang inovatif dan aplikatif.(***)