DI era digital, dunia pendidikan masih menghadapi tantangan besar. Kemampuan literasi anak Indonesia terbilang rendah, sementara kebutuhan akan pendidikan berkualitas semakin mendesak. Hal ini hanya bisa tercapai dengan dukungan guru berkualitas dan akses kesempatan belajar yang merata. Sayangnya, banyak guru masih kesulitan memanfaatkan media digital. Padahal, flipbook interaktif berpotensi menjadi solusi efektif untuk mendorong kreativitas dan inovasi serta memperkuat kemampuan teknologi di kelas.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melakukan penelitian terhadap 378 guru sekolah dasar. Melalui survei daring, mereka ingin mengetahui sejauh mana guru sudah mengenal dan menggunakan flipbook interaktif dalam mengelola pembelajaran berbasis digital.
Survei ini berangkat dari keprihatinan bahwa banyak guru belum terbiasa menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Padahal, flipbook interaktif mampu menghadirkan materi pelajaran dalam bentuk yang lebih menarik karena dapat memadukan teks, gambar, video, hingga animasi. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran awal tentang kondisi lapangan, sekaligus mendorong lahirnya model manajemen pembelajaran berbasis flipbook yang mudah diterapkan di sekolah dasar.
Hasil survei menunjukkan masih rendahnya pemanfaatan flipbook di kalangan guru. Sebanyak 33 persen guru mengaku tidak familiar dengan flipbook, 45,5 persen belum pernah mencoba mendesain pembelajaran menggunakan flipbook, dan 67 persen belum pernah menggunakannya di kelas. Angka ini menegaskan adanya kesenjangan antara potensi teknologi pendidikan dan kenyataan di lapangan.
Hambatan utama yang ditemui adalah rendahnya keterampilan digital guru serta keterbatasan fasilitas penunjang. Tidak sedikit guru yang merasa canggung menggunakan aplikasi baru karena kurangnya pengalaman. Untuk mengatasi masalah ini, tim peneliti merekomendasikan pelatihan yang berkesinambungan, peningkatan akses perangkat digital di sekolah, serta pendampingan teknis agar guru lebih percaya diri dalam berinovasi.
Meski masih jarang digunakan, flipbook interaktif sebenarnya memiliki banyak keunggulan. Guru yang sudah mencoba menyebutkan bahwa siswa lebih antusias saat belajar karena tampilan materi menjadi lebih hidup. Flipbook juga dapat menumbuhkan minat baca sekaligus mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang abstrak.
Penelitian ini menunjukkan penggunaan flipbook interaktif di sekolah dasar masih terbatas, tetapi potensinya besar untuk mendukung pendidikan berkualitas. Dengan pelatihan dan pendampingan, flipbook mampu meningkatkan literasi, menguatkan peran guru berkualitas, dan memperluas kesempatan belajar bagi siswa.
Sudah saatnya pendidikan dasar di Indonesia lebih berani membuka diri terhadap teknologi. Flipbook interaktif bukan sekadar media pembelajaran baru, melainkan jembatan penting menuju kelas yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. serta dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi dan memperkuat kemampuan teknologi untuk mencapai pendidikan yang berkualitas. Selain itu, jika guru diberi kesempatan untuk berkembang, maka siswa pun akan merasakan manfaatnya melalui pengalaman belajar yang lebih bermakna. (***)