KETERSEDIAAN air bersih menjadi salah satu aspek penting yang mempengaruhi kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan lingkungan di seluruh dunia, termasuk di Malaysia. Kesadaran akan pentingnya air bersih di kalangan generasi muda sangat penting karena mereka adalah agen perubahan yang dapat membawa perubahan positif di masa depan.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Achmad Syafiuddin selaku Dosen Kesehatan Masyarakat UNUSA dan timnya menunjukkan bagaimana edukasi tentang pengolahan dan pengukuran kualitas air yang sederhana dapat meningkatkan pemahaman siswa sekolah tentang pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan sekitar mereka.

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan di beberapa sekolah di Negeri Perlis, Malaysia, berhasil memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya air bersih melalui dua tahap utama, yakni seminar dan pendampingan praktis. Mereka memperkenalkan teknologi pengolahan air yang sederhana namun efektif, seperti filter pasir lambat dan karbon aktif yang mampu meningkatkan kualitas air secara signifikan.

Dengan metode edukasi tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga mampu mengukur sendiri kualitas air di lingkungannya. Mereka belajar bagaimana mengenali air yang aman untuk dikonsumsi dan memperkuat budaya konservasi serta pengelolaan sumber daya air secara mandiri.

Selain itu, kegiatan edukasi tersebut membantu memperkenalkan teknologi pengolahan air sederhana kepada ratusan siswa di sekolah-sekolah terpilih. Program ini juga memungkinkan mereka untuk melakukan pengukuran kualitas air secara langsung, sehingga pengetahuan mereka menjadi lebih konkret dan aplikatif.

Edukasi tentang air bersih melalui teknologi yang sederhana dan pemantauan kualitas air di sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesehatan, prestasi akademik, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.(***)