Surabaya – Saat ini, teknologi digital berkembang dengan transformasi digital yang luar biasa dan membawa perubahan besar di berbagai bidang kehidupan, termasuk pada dunia ekonomi, sosial, dan pendidikan. Penyebaran informasi begitu cepat hanya dalam hitungan detik, hingga siapa yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal. Di tengah dinamika tersebut, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dihadapkan pada tantangan baru, mereka tidak hanya dituntut hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang.
Berangkat dari kesadaran akan pentingnya kemampuan ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menyelenggarakan Workshop Marketing Berbasis Digital. Kegiatan ini menjadi kesempatan belajar bagi mahasiswa untuk memahami strategi pemasaran modern serta mengasah kreativitas di dunia digital yang semakin kompetitif.
Workshop yang digelar di Ruang Seminar Kampus C UNUSA ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKIP. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, karena kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang telah berpengalaman luas di bidang pemasaran digital, yaitu Bapak David Hermansyah dan Muhammad Afwan Romdloni.
Beliau merupakan praktisi yang telah berkecimpung langsung dalam dunia digital marketing untuk berbagai brand dan institusi. Melalui gaya penyampaian yang santai dan inspiratif, mereka mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa dunia digital bukan hanya tempat untuk hiburan, tetapi juga ruang produktif untuk membangun karier dan bisnis.
Transformasi digital telah menciptakan perubahan besar dalam dunia kerja. Pekerjaan-pekerjaan baru bermunculan, sementara keterampilan konvensional perlahan tergeser oleh kemampuan berbasis teknologi. Inilah alasan mengapa FKIP UNUSA menaruh perhatian besar terhadap penguatan digital literacy di kalangan mahasiswanya.
Sebagai calon pendidik dan akademisi masa depan, mahasiswa FKIP dituntut untuk tidak hanya menguasai pedagogi dan metodologi pembelajaran, tetapi juga memahami strategi komunikasi digital. Dengan kemampuan ini, mereka diharapkan bisa menjadi pendidik yang adaptif dan mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran dan promosi positif.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi mahasiswa yang bertujuan menciptakan lulusan FKIP yang kreatif, inovatif, serta siap menghadapi tuntutan dunia kerja di era revolusi industri 4.0.
Sejak awal kegiatan, suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para narasumber menyampaikan materi dengan pendekatan praktis agar mudah dipahami. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mencoba langsung membuat konsep strategi pemasaran sederhana dengan menggunakan media sosial mereka masing-masing.
Materi pertama yang disampaikan oleh Bapak David Hermansyah berfokus pada pentingnya storytelling dalam marketing digital. Beliau menegaskan bahwa di balik setiap produk atau kampanye, harus ada cerita yang kuat agar pesan bisa tersampaikan dengan lebih menyentuh. “Orang tidak membeli produk, mereka membeli cerita di baliknya,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Afwan Romdloni membahas sisi teknis yang lebih mendalam, seperti bagaimana memahami algoritma media sosial, menentukan waktu unggah terbaik, serta membaca data insight untuk mengukur efektivitas kampanye. Menurutnya, strategi digital yang baik tidak hanya bergantung pada kreativitas, tetapi juga pada analisis data yang cermat.
Dalam pelaksanaannya, panitia sempat menghadapi beberapa kendala teknis, seperti keterbatasan waktu praktik dan perangkat digital yang tidak merata di antara peserta. Namun, semangat belajar mahasiswa membuat suasana tetap hidup. Narasumber pun sigap mengatasi kendala tersebut dengan memberikan alternatif simulasi berbasis studi kasus nyata.
Beberapa mahasiswa bahkan memanfaatkan gawai pribadi mereka untuk langsung mempraktikkan pembuatan konten dan analisis audiens. Melalui kerja sama dan komunikasi yang baik, semua hambatan berhasil diatasi, dan kegiatan pun berjalan lancar hingga akhir sesi.
Salah satu bagian paling menarik dari workshop ini adalah lomba pembuatan video promosi bertema “UNUSA Kampus C Digital Kampus Baru.” Lomba ini mendorong mahasiswa untuk menerapkan langsung ilmu yang baru mereka peroleh. Mereka ditantang untuk membuat video kreatif yang mampu memperkenalkan wajah baru Kampus C UNUSA dengan gaya visual yang menarik, narasi yang kuat, dan pesan yang inspiratif.
Hasilnya sungguh mengesankan. Beberapa video karya mahasiswa menampilkan perpaduan ide segar, kreativitas visual, serta kemampuan mengolah pesan promosi dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSA memiliki potensi besar dalam dunia industri kreatif dan digital. Para pemenang lomba menerima penghargaan langsung dari panitia dan narasumber di akhir acara, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan mahasiswa tentang strategi pemasaran digital, tetapi juga membangun kepercayaan diri mereka untuk tampil di ruang digital. Banyak peserta yang mengaku termotivasi untuk mulai membuat konten edukatif di media sosial atau mengembangkan usaha kecil mereka melalui strategi digital marketing.
Dekan FKIP UNUSA, Dr. M. Thamrin Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi besar terhadap inisiatif BEM FKIP. “Dunia digital saat ini menjadi ruang utama promosi dan komunikasi. Mahasiswa perlu menguasai keterampilan ini agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” tuturnya.
Wakil Dekan FKIP, Dr. Nafiah, M.Pd., juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan mental inovatif di kalangan mahasiswa. Kreativitas adalah bagian dari kecerdasan. Dengan memahami digital marketing, mahasiswa belajar berpikir strategis dan solutif.
Melalui workshop ini, mahasiswa FKIP UNUSA belajar bahwa pemasaran digital bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga tentang membangun hubungan, kepercayaan, dan citra positif di dunia maya. Kegiatan ini membuka mata banyak peserta bahwa kemampuan beradaptasi dengan dunia digital adalah salah satu kunci keberhasilan di masa depan.
Berbekal pengetahuan dan pengalaman ini, mahasiswa FKIP UNUSA diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya kompeten sebagai pendidik, tetapi juga kreatif sebagai pelaku ekonomi digital yang berdaya saing.Workshop Marketing Berbasis Digital ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNUSA FKIP siap menjadi agen perubahan, tidak hanya kompeten dalam ilmu pendidikan, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan dunia digital. Antusiasme, kreativitas, dan kolaborasi yang terpancar dari kegiatan ini menegaskan bahwa masa depan berada di tangan generasi muda yang bersemangat untuk belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan. (***)