MASA remaja adalah fase transisi dari anak menuju dewasa yang penuh dengan tantangan. Perubahan fisik, perkembangan emosi yang tidak stabil, hingga tuntutan akademik sering kali menimbulkan stres. Bagi sebagian remaja, tekanan untuk meraih prestasi tinggi di sekolah menjadi beban tersendiri yang berdampak pada kesehatan mental mereka.
Studi menunjukkan bahwa kecemasan (ansietas) yang tidak terkelola dapat mengganggu kemampuan berpikir logis, meningkatkan agitasi, bahkan memicu gangguan kesehatan. Menurut data, lebih dari 23 juta orang di Amerika Serikat mengalami gangguan ansietas setiap tahun atau sekitar 1 dari 4 orang (Isaacs, 2006). Kondisi serupa juga terjadi pada remaja Indonesia. Studi pendahuluan di SMPN 1 Tanggulangin, Sidoarjo, misalnya, menunjukkan bahwa siswa kelas 7 banyak mengalami stres, baik karena tuntutan akademik maupun aktivitas ekstrakurikuler.
Jika tidak ditangani, stres pada remaja dapat berdampak negatif pada prestasi belajar. Menurut Santrock (2014), ansietas yang tinggi bisa merusak kemampuan remaja untuk berprestasi. Oleh karena itu, manajemen stres menjadi sangat penting.
Salah satu pendekatan non-farmakologis yang menarik adalah hipnoterapi lima jari. Teknik ini sederhana, dapat dilakukan sendiri, dan terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan. Penelitian Noorkasiani (2014) menemukan bahwa hipnoterapi lima jari mampu menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi dengan nilai p = 0,019. Penelitian Sonia (2014) juga menunjukkan hasil serupa pada pasien pre-operasi.
Melihat potensi ini, dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), yaitu Nur Hidaayah, S.Kep.Ns., M.Kes. dan Nunik Purwanti, S.Kep.Ns., M.Kep., melakukan program pengabdian masyarakat di SMPN 1 Tanggulangin, Sidoarjo. Program ini fokus pada manajemen stres remaja melalui penerapan hipnoterapi lima jari, dengan tujuan membantu siswa mengelola kecemasan dan meningkatkan prestasi akademik. Nur Hidaayah menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memberikan bekal keterampilan praktis bagi siswa untuk menghadapi stres sehari-hari, terutama saat menghadapi tekanan akademik. Dengan penerapan hipnoterapi lima jari, diharapkan remaja dapat lebih tenang, fokus, dan percaya diri.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), yang menekankan pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari kesejahteraan menyeluruh.
Dengan edukasi yang tepat, remaja diharapkan mampu menghadapi tekanan akademik dengan lebih sehat, sehingga prestasi yang diraih bukan hanya sekadar angka, tetapi juga lahir dari kondisi mental yang lebih baik.(***)