PERNAHKAH sedang asyik nongkrong dengan teman, lalu mereka ramai-ramai pamer cuan dari saham A atau kripto B? Rasanya seperti ada yang “tertinggal” jika tidak ikut-ikutan. Perasaan takut ketinggalan (FOMO) sering membuat orang terburu-buru masuk ke dunia investasi tanpa pikir panjang.

Sayangnya, banyak yang akhirnya justru merugi karena kurang memahami dasar-dasar pasar modal. Investasi bukan soal siapa yang paling cepat terjun, melainkan siapa yang paling tepat melangkah.

Menurut Ninnasi Muttaqiin, S.M.B., M.SM., CFP., ANZIIF (Assoc) CIP, pakar keuangan dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), ada satu langkah fundamental yang sering dilupakan sebelum berinvestasi: financial check-up. Financial check-up ibarat “pemeriksaan kesehatan” untuk kondisi keuangan Anda. Caranya sederhana:

  1. Catat semua sumber pendapatan bulanan.
  2. Buat daftar pengeluaran rutin (tagihan, makan, transportasi, dll).
  3. Hitung apakah ada sisa (surplus) atau malah defisit.

Langkah awal ini penting agar Anda tahu kondisi keuangan sebenarnya dan terhindar dari risiko finansial di masa depan.

Dalam berinvestasi, tidak semua uang bisa langsung “dimasukkan” ke instrumen investasi. Ada dua istilah penting yang perlu dipahami:

  • Uang Dingin → sisa dana setelah semua kebutuhan pokok terpenuhi. Uang ini aman untuk investasi, karena kalau rugi tidak akan mengganggu kehidupan sehari-hari.
  • Uang Panas → dana yang sebenarnya dibutuhkan untuk kebutuhan pokok. Menggunakan uang ini untuk investasi sangat beresiko karena bisa langsung mengganggu kestabilan finansial.

Kuncinya: hanya investasikan uang dingin Anda.

Setelah memastikan memiliki uang dingin, langkah berikutnya adalah menentukan tujuan investasi. Apakah untuk jangka pendek, menengah, atau panjang? Dengan tujuan yang jelas, arah investasi akan lebih terukur dan hasilnya bisa benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi pribadi, bahkan ikut berkontribusi pada perekonomian nasional.

Kesuksesan investasi bagi pemula bukan soal ikut tren atau mencoba semua instrumen. Yang lebih penting adalah membangun pondasi keuangan yang sehat terlebih dahulu.

Artinya, langkah pertama bukan mengunduh aplikasi investasi, melainkan membuka buku catatan atau spreadsheet untuk melakukan financial check-up. Pastikan dompet Anda sehat sebelum melangkah lebih jauh.Sebelum terbawa arus tren investasi, ingatlah bahwa investasi terbaik pertama adalah investasi pada pemahaman keuangan diri sendiri. Dengan begitu, keputusan finansial Anda akan lebih bijak, terukur, dan berkelanjutan. (***)