DI tengah derasnya transformasi digital, dunia pendidikan menghadapi tantangan baru: bagaimana memastikan mahasiswa tetap terlibat aktif dan kreatif, sementara metode belajar tradisional mulai kehilangan daya tariknya. Jika pendidik tidak segera beradaptasi, maka kesenjangan kompetensi akan semakin melebar dan lulusan berisiko tertinggal dalam persaingan global. Di sinilah pentingnya peningkatan kapasitas pendidik melalui pelatihan guru yang berfokus pada pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Untuk mewujudkan pendidikan yang lebih inovatif dan menghasilkan guru yang berkualitas, dibutuhkan dukungan kemitraan global serta kerja sama internasional agar praktik terbaik dapat dibagikan lintas negara. Inovasi dalam pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar setiap mahasiswa dapat merasakan pembelajaran yang relevan, kreatif, dan berpihak pada masa depan mereka.
Sejalan dengan fenomena tersebut, salah satu dosen FKIP UNUSA yakni Dr. Nafiah, M.Pd. menjadi narasumber dalam kegiatan Sharing Session di Fakulti Pengkajian Bahasa dan Pengkajian Insan (FBI) Universiti Malaysia Kelantan (UMK), yang mengusung tema “Introduction of Innovative Learning Models with the Help of Flipbook Media to Increase Students’ Creativity”, sebagai bentuk perwujudan dari tujuan pendidikan berkualitas, kemitraan untuk tujuan, dan inovasi dalam pendidikan. Kehadiran beliau tidak hanya membawa perspektif baru dalam dunia pembelajaran digital, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kemitraan global yang memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia. Dalam pemaparannya, Dr. Nafiah menekankan pentingnya inovasi dalam pendidikan sebagai upaya menghasilkan guru yang berkualitas di era teknologi.
Kegiatan ini diikuti oleh 22 dosen dari FBI UMK yang ingin mendalami penggunaan media digital untuk mendukung proses mengajar. Flipbook, sebagai alat visual interaktif, memperkaya pengalaman belajar mahasiswa karena mampu menyajikan materi secara lebih hidup dan menarik. Melalui teknologi ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga dapat terlibat langsung mengeksplorasi konten pembelajaran. Di sinilah penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi berperan sebagai jembatan menuju pembelajaran modern yang lebih kreatif dan partisipatif.
Dalam sambutannya, ketua fakultas FBI UMK menegaskan bahwa pendekatan konvensional dalam pembelajaran perlu dikembangkan agar mahasiswa siap menghadapi persaingan global. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi penting bagi para dosen untuk memperoleh wawasan dan keterampilan baru. Dr. Nafiah menunjukkan bagaimana flipbook dapat dikembangkan sebagai media yang mendukung keterlibatan mahasiswa sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi. Peserta pun diberi kesempatan untuk praktik langsung merancang flipbook sederhana yang nantinya bisa digunakan dalam kelas masing-masing.
Antusiasme para dosen terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, hingga mencoba menyusun media digital sesuai karakter mata kuliah yang mereka ampu. Aktivitas ini tidak hanya memberikan wawasan praktis, tetapi juga menjadi langkah penting dalam peningkatan kapasitas pengajar. Mereka menyadari bahwa untuk membentuk lulusan berkualitas, maka pendidik harus selalu memperbarui pendekatan mengajar, termasuk melalui pelatihan teknologi yang tepat guna. Kegiatan ini juga mencerminkan dukungan pada pelatihan guru secara berkelanjutan sehingga kemampuan para pendidik terus mengikuti perkembangan zaman.
Selain itu, Sharing Session ini memperkuat komitmen UNUSA dalam mendukung transformasi pendidikan melalui kolaborasi lintas negara. Dengan mempertemukan para pendidik dari dua institusi berbeda, pengetahuan dan praktik baik terkait pembelajaran dapat saling dipertukarkan. Inilah makna kemitraan global dalam dunia akademik: saling menguatkan kemampuan pendidik dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa di kedua negara.
Di akhir kegiatan, para peserta mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Mereka merasa lebih percaya diri untuk menerapkan teknologi digital dalam perkuliahan dan ingin menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi mahasiswa. Dr. Nafiah pun menyampaikan apresiasinya kepada FBI UMK yang telah memberikan ruang bagi para dosen untuk terus berkembang melalui kolaborasi internasional.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi ini, UNUSA dan UMK menunjukkan bahwa masa depan pendidikan tidak lagi terikat jarak. Teknologi menjadi jembatan yang menyatukan ide, pemikiran, dan strategi untuk mencetak generasi yang lebih kreatif dan siap bersaing secara global. Melalui peningkatan kompetensi pendidik dan pemanfaatan teknologi pembelajaran, kedua institusi ini berkomitmen menghadirkan pendidikan yang lebih manusiawi, inklusif, serta mampu menjawab tantangan era digital.(***)