BAGI banyak mahasiswa keperawatan di Indonesia, impian untuk berkarir di panggung internasional terutama di Timur Tengah seringkali terasa seperti sebuah labirin yang rumit. Prosesnya panjang, biayanya tidak sedikit, dan seringkali harus melalui berbagai agen perekrutan dengan ketidakpastian yang tinggi. Ini adalah tantangan umum dalam mencari pekerjaan layak. Namun, bagaimana jika skenarionya dibalik? Bukan Anda yang mengejar peluang itu, tapi peluang itu yang ‘menjemput bola’ langsung ke kampus Anda.
Inilah yang terjadi di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Pada Rabu, 5 Februari 2025, suasana di Kampus B Unusa terasa berbeda. Kampus ini menerima kunjungan istimewa yang bisa mengubah peta karier lulusannya. PT Ahad HHC Arab Saudi dan Al Himmah Education and Training Center (AHETC). Kunjungan ini merupakan misi pencarian talenta serius, sebuah audisi eksklusif bagi para calon perawat Unusa.
Pertemuan penting ini berlangsung di Ruang Rapat Rektor Tower B Unusa dan disambut langsung oleh Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. Antusiasme Rektor Unusa sangat baik. CEO PT Ahad HHC, Sara Ahmed, secara terbuka memaparkan tujuan utamanya. Ia menjelaskan bahwa perusahaannya adalah lembaga yang dipercaya langsung oleh pemerintah Arab Saudi untuk mencari dan merekrut tenaga keperawatan terbaik. Dan mata mereka kini tertuju pada Indonesia, secara spesifik pada potensi besar yang mereka lihat di Unusa.

Mengapa kebutuhan ini begitu mendesak? CEO AHETC, A. Shiddiq, memberikan konteks yang lebih luas. Arab Saudi saat ini sedang menghadapi kekurangan tenaga perawat yang signifikan, yang berdampak langsung pada ketersediaan tenaga kesehatan mereka. Ini adalah masalah nasional bagi mereka, namun menjadi peluang emas bagi negara kita. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan tingkat persaingan kerja yang kita tahu sangat tinggi, kolaborasi ini adalah skenario win-win. Arab Saudi mendapatkan tenaga profesional yang mereka butuhkan untuk jaminan kesehatan universal mereka, dan Indonesia mendapatkan jalur karir berkualitas tinggi bagi talenta mudanya, yang pada akhirnya bisa membantu mengurangi angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Program Studi Keperawatan Unusa saat ini sedang dalam proses mempersiapkan peluncuran “Kelas Internasional”. Rencana strategis kampus untuk go global bertemu langsung dengan permintaan konkret dari pasar global itu sendiri. Unusa sudah punya bukti nyata. Prof. Jazidie dengan bangga menceritakan bahwa saat ini, sudah ada tujuh alumni Keperawatan Unusa yang sukses berkarir dan bekerja di salah satu rumah sakit bergengsi di Arab Saudi, Rumah Sakit Dr. Sulaiman Al Habib. Mereka adalah para perintis yang membuktikan bahwa kualitas pendidikan Unusa mampu bersaing dan memenuhi standar tinggi industri kesehatan di Timur Tengah.
Namun, Prof. Jazidie juga jujur mengakui adanya tantangan di masa lalu. “Informasi rekrutmen sangat mendadak,” terangnya. Dulu, jarak waktu antara pengumuman lowongan dan jadwal wawancara seringkali sangat singkat. Akibatnya banyak mahasiswa yang sebenarnya berminat dan kompeten menjadi terbatas kesempatannya, bukan karena tidak mampu, tapi murni karena kendala waktu dan informasi.
Di sinilah letak terobosan dari kunjungan kali ini. Sara Ahmed tidak datang hanya untuk merekrut, tapi untuk membangun sistem. Ia menawarkan solusi jangka panjang yang brilian PT Ahad HHC akan memfasilitasi pelatihan khusus, bukan hanya untuk mahasiswa, tapi untuk para pengajar di Unusa, sebuah wujud pembelajaran seumur hidup. Pelatih profesional akan didatangkan langsung dari Arab Saudi ke Surabaya. Seluruh proses krusial mulai dari pelatihan intensif Bahasa Inggris hingga persiapan Ujian Prometrik (ujian lisensi wajib) akan bisa dilaksanakan secara terstruktur di dalam kampus. Ini adalah bentuk pembangunan kapasitas yang nyata.
Kemitraan PT Ahad HHC dan AHETC ke Unusa ini adalah sebuah langkah transformatif. Ini mengubah cara pandang kita tentang peluang kerja di luar negeri. Ini memangkas jalur yang rumit, birokratis, dan penuh ketidakpastian, lalu menggantinya dengan sebuah ‘jalan tol’ yang aman, terstruktur, dan didukung penuh oleh universitas, yang menjamin lingkungan kerja yang aman dan terjamin.
Bagi mahasiswa Keperawatan Unusa, impian berkarier di Arab Saudi kini bukan lagi sekadar angan-angan individual. Impian itu kini menjadi sebuah program yang jelas, sebuah jalur karir yang disiapkan secara profesional langsung dari bangku kuliah. Ini adalah bukti nyata bahwa ketika kualitas pendidikan bertemu dengan visi global, hasilnya adalah sebuah kesempatan emas yang tak ternilai harganya.(***)