MENURUT data Global Health Survei pada tahun 2015, pola makan para remaja saat ini yaitu kurang mengkonsumsi serat sayur dan buah dan sering mengkonsumsi makanan penyedap. Selain itu, remaja juga cenderung menerapkan pola sedentary life sehingga kurang melakukan aktivitas fisik. Hal-hal ini dapat meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan peningkatan gaya hidup sehat pada remaja melalui penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya remaja mengenai kesehatan.
Guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan pada masyarakat, Dr. Wiwik Winarningsih, dr., M.Kes dan tim melakukan sebuah pengabdian masyarakat dengan menggunakan metode penyuluhan langsung dengan teknik komunikasi persuasi. Adapun media yang digunakan dalam penyuluhan ini yaitu audio visual, chart, dan video. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan observasi di dapur umum dan kantin pondok pesantren sekaligus memberikan materi serta checklist sanitasi kepada petugas dapur dan pengurus.
Peserta penyuluhan berjumlah 100 orang yang terdiri dari santri dan santriwati. Adapun materi penyuluhan yang disampaikan yaitu sanitasi hygiene makanan dan lingkungan dapur, pengetahuan tentang cara pengolahan makanan, penyimpanan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan makanan serta pedoman kecukupan gizi.
Peserta sangat antusias dan aktif menjawab pertanyaan yang diberikan. Mereka juga bisa menceritakan dan menanggapi pokok permasalahan yang kami bahas. Dilihat dari feedback peserta dapat dikatakan kegiatan penyuluhan ini berhasil.
Saat ini pondok pesantren diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat. Penyuluhan ini juga dalam rangka mendukung Pos Kesehatan Pesantren sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) di lingkungan Pondok Pesantren dengan prinsip dari, oleh dan untuk warga pondok pesantren. (***)