DALAM upaya mendorong inovasi dan kewirausahaan muda di bidang kesehatan, Program Studi D-4 Analis Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menggelar seminar daring bertajuk “Stimulation of Creative Entrepreneurship: Utilizing Natural Materials in Healthcare through a Nanotechnology Approach”. Seminar ini dihadiri oleh 216 peserta dari mahasiswa, dosen, praktisi medis, dan industri. Dengan tujuan memperkenalkan pengembangan produk kesehatan berbasis nanoteknologi dan bahan alami.

Hasil evaluasi dari kegiatan ini menunjukkan keberhasilan yang signifikan, di mana lebih dari 75% peserta menilai tingkat kebermanfaatan, kepuasan, dan pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan berada pada kategori baik hingga sangat baik. Penilaian ini sangat menggembirakan dan menjadi indikator bahwa pendekatan inovatif berbasis nanoteknologi mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan Indonesia.

Selain hasil survei, penelitian terkait kegiatan ini juga menunjukkan bahwa secara keseluruhan, peserta merasa mendapatkan manfaat yang besar dari materi yang disampaikan. Grafik evaluasi peserta menunjukkan bahwa presentase tertinggi untuk tingkat ketertarikan terhadap materi mencapai 58,3%, sementara lebih dari 52,3% dari peserta menilai manfaat dari seminar sangat bermanfaat untuk pengembangan produk dan wawasan mereka.

Lebih rinci, data juga menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan kepuasan peserta terhadap metode penyampaian materi sangat baik, dengan bukti adanya interaksi aktif selama sesi diskusi dan motivasi tinggi untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks bisnis dan riset mereka. Respon positif ini menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menginspirasi dan memotivasi peserta untuk mengembangkan inovasi produk berbahan alami yang didukung teknologi nano.

Hasil penelitian juga mendukung bahwa nanoteknologi memiliki peluang besar dalam pengembangan produk kesehatan yang lebih efektif dan berkualitas tinggi. Penggunaan nanopartikel dari bahan alami seperti bidara (Zizipus mauritiana), jahe, kunyit, dan propolis dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing produk herbal di pasar internasional.

Senada dengan itu, kegiatan ini juga menyoroti potensi besar dari kekayaan sumber daya alam Indonesia yang dapat dioptimalkan melalui implementasi teknologi nano, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Dukungan terhadap Kemandirian Ekonomi dan SDGs

Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kesehatan dan masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi teknologi. Dengan demikian, seminar ini berperan penting dalam upaya pengurangan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja berbasis industri sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Dari hasil evaluasi tersebut, diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan di bidang kesehatan Indonesia. Pengembangan produk berbasis nanoteknologi dan bahan alami ini diyakini dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang inovatif dan ramah lingkungan.

Seminar ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan akademisi, industri, dan riset menjadi kunci dalam mempercepat inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan hasil penelitian dan evaluasi positif, Indonesia berpeluang besar dalam mengembangkan produk kesehatan berbasis nanoteknologi dan bahan alami yang mampu bersaing di pasar global, sekaligus memperkuat kemandirian dan keberlanjutan industri kesehatan nasional.(***)