BAGAIMANA sebuah universitas memastikan dana penelitian menghasilkan karya yang bermanfaat?. Sebagai bagian dari komitmen terhadap pendidikan yang berkualitas, pihak universitas harus bisa memastikan penggunaan dana untuk menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk banyak orang atau menyelesaikan permasalahan. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Unusa secara proaktif membekali para peneliti agar siap menghadapi tahap krusial, yaitu monitoring dan evaluasi (monev).  

Surabaya, 23 Juli 2025, UNUSA menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Monev yang dilakukan secara daring menggunakan platform online zoom meeting. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman para peneliti terkait prosedur, indikator, penilaian, dan kelengkapan lainnya yang harus disiapkan dalam pelaksanaan Monev 70%. Acara ini menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas dan akuntabilitas setiap penelitian ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh universitas. 

Ketua LPPM Unusa, Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa evaluasi adalah kunci. “Monev ini adalah cara kita untuk memastikan bahwa setiap riset dan pengabdian yang dilakukan tidak hanya berjalan, tetapi juga mencapai target dan memberikan dampak nyata,” ujarnya. Melalui proses ini, LPPM ingin memastikan semua luaran yang dijanjikan, seperti publikasi di jurnal terakreditasi dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan inovasi lainnya dapat terwujud.

Acara sosialisasi ini menjadi bukti nyata komitmen Unusa dalam membangun ekosistem riset yang kuat dan akuntabel. Dengan membekali para dosen, Unusa tidak hanya mengejar kuantitas penelitian, tetapi juga menjaga kualitasnya, sebagai bagian dari wujud institusi yang akuntabel. Pada akhirnya, langkah ini bertujuan agar setiap karya yang lahir dari kampus dapat benar-benar menjadi solusi atas berbagai permasalahan di masyarakat dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan.