ANAK usia dini merupakan individu yang sedang berada pada fase penting dalam perkembangan. Pada masa ini, anak mengalami perubahan menyeluruh yang meliputi perkembangan fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial, serta moral dan agama. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian khusus adalah perkembangan sosial, karena disinilah anak mulai belajar beradaptasi dengan lingkungannya. Cara orang tua dalam membimbing, mengasuh, dan berkomunikasi sehari-hari sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak. Pola asuh yang diterapkan orang tua mencerminkan sikap dan perilaku yang secara sadar maupun tidak akan diamati, dinilai, dan ditiru oleh anak, sehingga membentuk kebiasaan yang mempengaruhi kepribadian dan keterampilan sosialnya.
Pada usia prasekolah, anak sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Namun, kenyataannya masih banyak ditemukan keterlambatan penyesuaian sosial, terutama di awal masuk sekolah. Anak seringkali menunjukkan kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebaya, misalnya enggan bermain bersama, takut ditinggal ibunya, atau menunjukkan perilaku impulsif dan hiperaktif. Masalah ini tidak jarang berhubungan dengan pola asuh orang tua yang kurang optimal. Kesibukan orang tua bekerja, kurangnya kesiapan dalam mengasuh, hingga minimnya interaksi yang berkualitas dengan anak dapat menghambat perkembangan sosial mereka.
Perkembangan sosial anak ditandai dengan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, menjalin pertemanan, serta mengembangkan keterampilan emosional dan moral. Anak belajar memahami, mengekspresikan, dan mengendalikan emosinya seiring pertumbuhan, sekaligus melatih keterampilan interpersonalnya dalam membangun hubungan dengan orang lain. Dengan demikian, pola asuh yang tepat dari orang tua menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan mampu bersosialisasi dengan baik.
Melihat pentingnya peran pola asuh dalam perkembangan sosial anak, dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan fokus pada upaya peningkatan pemahaman orang tua tentang pola asuh yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak. Tim pengabdian ini terdiri dari Firdaus, S.Kep.Ns., M.Kes., Dr. Eppy Setiyowati, SPd., S.Kep., M.Kes., Rahmadaniar Aditya Putri, S.Kep.Ns., M.Tr.Kep., Retna Gumilang, dr., M.Biomed., serta Dr. Wesiana Heris Santy, S.Kep.Ns., M.Kep. Program ini diharapkan dapat membantu orang tua lebih bijak dalam menerapkan pola asuh, sehingga anak dapat berkembang secara optimal, terutama dalam aspek sosialnya.
Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas yang menekankan pentingnya stimulasi perkembangan sejak usia dini. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada SDG 5 mengenai kesetaraan gender dengan melibatkan peran aktif ibu maupun ayah dalam pengasuhan, serta SDG 16 yang mendorong terciptanya masyarakat yang damai dan inklusif melalui pembentukan karakter anak sejak dini. Dengan demikian, memperkuat pola asuh orang tua bukan hanya bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (***)