Surabaya – Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, kolaborasi dan pertukaran gagasan ilmiah menjadi kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menjadi pusat perhatian dunia akademik dengan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional ke-4 tentang Ilmu Pengetahuan Terapan, Teknik, dan Teknologi (iConASET) 2025. Acara bergengsi ini mengumpulkan ratusan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara, menjadikannya sebuah wadah strategis untuk melahirkan inovasi demi masa depan yang berkelanjutan.

Acara ini mengusung tema Entering Society 5.0: Adaptation and Enhancement, yang menitikberatkan pada kesiapan pendidikan yang berkualitas, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam menghadapi era masyarakat 5.0. Tujuannya adalah menjadi forum untuk berbagi pengetahuan, pertukaran ide dan hasil riset untuk masa depan. Pemateri dan pembicara yang hadir berasal dari berbagai negara, tidak hanya dari universitas di Indonesia, tetapi juga Malaysia, Filipina, Taiwan, Polandia, dan Amerika Serikat. 

Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie selaku Rektor Unusa menyatakan pada pembukaannya di Ruang Theater Kampus C jika jumlah partisipan iConASET semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa iConASET mampu menarik perhatian akademisi. “Alhamdulillah, sejak pertama kali mencetuskan iConASET, jumlah peserta, makalah, hingga pembicara terus bertambah. Melalui forum ini, Unusa tidak hanya menguatkan jejaring internasional, tetapi juga meningkatkan kontribusi penelitian ilmiah di jurnal bereputasi,” ungkap Prof. Jazidie pada Rabu (27/8).

iConASET bukan hanya sekedar konferensi namun, sebuah katalisator untuk berinovasi dan berkolaborasi global. Dengan adanya konferensi ini menjadi salah satu cara untuk bekerja sama dengan kalangan nasional atau internasional. Keberhasilan penyelenggaraan konferensi ini sebagai bukti bahwa UNUSA berperan sebagai institusi pendidikan yang berkontribusi aktif secara global. Harapannya, gagasan dan kolaborasi yang lahir dari forum ini dapat diimplementasikan menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu dan pengetahuan teknologi. (Humas Unusa)