Surabaya – Di era digital saat ini, proses pembelajaran tidak hanya terbatas menggunakan papan tulis, tetapi telah berkembang dengan berbagai inovasi dan teknologi untuk menunjang proses pembelajaran. Dalam dunia yang terus berubah, kesempatan belajar menjadi sangat penting bagi calon guru agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Melalui kemitraan dan kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa kini memiliki banyak kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan memperluas pengalaman belajar mereka melalui berbagai disiplin ilmu.
Melalui fenomena tersebut, para dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP) UNUSA mengadakan Magang yang berkolaborasi dengan dosen Teknologi Game PENS dengan memberikan berkesempatan bagi mahasiswa PGSD Unusa untuk mengembangkan skill di bidang teknologi dan industri kreatif digital. Dalam program ini, para mahasiswa tidak hanya belajar tentang dunia animasi, tetapi juga berpartisipasi langsung dalam merancang sketsa, karakter, dan elemen animasi untuk proyek media digital yakni video animasi yang dikembangkan oleh tim PENS. Kolaborasi lintas bidang ini memberikan pengalaman unik bagi mahasiswa PGSD untuk memahami bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang inovatif.
Perubahan terbaru di bidang pendidikan mengharuskan guru untuk menawarkan pembelajaran yang menarik, visual, dan interaktif. Anak-anak generasi digital memiliki karakteristik belajar yang berbeda dari generasi sebelumnya, dimana mereka lebih responsif terhadap media visual dan teknologi. Oleh karena itu, sangat penting bagi calon guru untuk dilatih dalam mengintegrasikan teknologi kreatif ke dalam proses pembelajaran. Program magang ini merupakan bagian dari strategi FKIP UNUSA untuk memperkuat keterampilan teknologi pedagogis mahasiswanya. Dengan terjun langsung ke industri kreatif, mahasiswa belajar bagaimana teori pendidikan dapat diterapkan dalam praktik digital yang konkret.
Program magang dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif dan bimbingan dari dosen dan mentor, para mahasiswa diajak untuk memahami proses kreatif produksi animasi dari awal hingga akhir. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan pengalaman belajar interdisipliner yang memperkuat keterampilan pedagogis, teknologi, dan kreatif para mahasiswa. Dalam jangka panjang, program ini bertujuan untuk melatih calon guru yang mampu menawarkan bahan pembelajaran berbasis animasi di sekolah dasar, sehingga memperluas wawasan anak-anak sekaligus merangsang minat mereka untuk belajar.
Selama kegiatan, siswa mempelajari berbagai teknik menggambar digital menggunakan Paint Tool SAI, Adobe Photoshop, Adobe Character Animator, hingga CapCut. Mereka tidak hanya mempelajari desain visual, tetapi juga cara membuat cerita edukatif dalam bentuk animasi yang dapat digunakan untuk pembelajaran tematik di sekolah dasar. Proses ini berlangsung dinamis: para siswa berbagi ide, mendiskusikan karakter yang akan dibuat, dan berkolaborasi untuk menyesuaikan gaya visual dengan nilai-nilai pendidikan yang ingin mereka sampaikan. Metode ini mencerminkan semangat berbagi pengetahuan dan pengembangan kapasitas, yang menjadi inti dari kegiatan ini.
Tantangan utama yang dihadapi oleh para mahasiswa adalah beradaptasi dengan perangkat lunak desain yang cukup kompleks dan memerlukan keterampilan teknis yang tinggi. Selain itu, beberapa mahasiswa mengalami masalah dengan perangkat yang tidak cukup canggih untuk menghasilkan animasi berkualitas. Namun, berkat kolaborasi dan bimbingan aktif dari mahasiswa PENS, serta dukungan fasilitas laboratorium, hambatan-hambatan tersebut berhasil diatasi. Para siswa belajar untuk saling membantu, berbagi waktu penggunaan perangkat, dan bekerja secara efisien. Pengalaman ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan tanggung jawab, kerja tim, dan komunikasi dalam tim multidisiplin.
Salah satu keunggulan program magang ini adalah sinergi antara pendidikan dan teknologi kreatif. Mahasiswa PGSD UNUSA memperoleh perspektif baru tentang cara media digital dapat diubah menjadi alat pembelajaran yang menarik dan interaktif. Selain itu, kolaborasi antara UNUSA dan PENS merupakan contoh konkret dari kemitraan strategis antara perguruan tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pendekatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun jaringan profesional dan memperluas pemahaman mereka tentang industri kreatif, aspek yang semakin relevan dalam pendidikan kontemporer.
Setelah menyelesaikan program magang, mahasiswa PGSD UNUSA berhasil menciptakan beberapa karya digital yang awalnya berupa sketsa hingga animasi sederhana yang siap diubah menjadi bahan ajar. Mereka kini memiliki keterampilan dasar dalam desain grafis dan animasi pendidikan, serta pemahaman tentang cara menyajikan pesan pendidikan secara visual. Program ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknologi mahasiswa, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri mereka untuk menjadi guru yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Tidak hanya itu, peserta magang juga mengimplementasikan hasil video animasi yang telah dibuat ke sekolah dasar. Sehingga, mereka dapat mengetahui peran media pembelajaran video animsi dalam proses pembelajaran.
Program magang antara UNUSA dan PENS merupakan langkah nyata dalam memperkuat pendidikan berbasis kolaborasi dan inovasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGSD tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami secara langsung proses pembuatan bahan ajar berbasis teknologi. Interaksi antara sektor pendidikan dan industri kreatif merupakan aset besar dalam membentuk guru-guru masa depan yang mampu memimpin revolusi digital di sekolah dasar.
Melalui semangat kolaborasi, kerjasama, transfer pengetahuan, dan peningkatan kapasitas, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Mahasiswa PGSD UNUSA sekarang tidak hanya siap untuk mendidik, tetapi juga menciptakan pembelajaran digital yang mampu menyajikan kelas yang inspiratif, menarik, dan sesuai dengan dunia anak-anak saat ini. (***)