Jakarta, 26 Mei 2026 – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) turut memberikan kontribusi akademik dalam penyusunan Kajian Akademik dan Peta Jalan Pengembangan UMKM Hijau Indonesia 2026–2045 yang diinisiasi oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Asian Development Bank (ADB). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat arah kebijakan nasional dalam mendorong transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju praktik usaha yang lebih hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Endah Tri Wahyuningtyas, S.E., M.A., dosen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital (FEBTD) UNUSA, terlibat sebagai bagian dari Tim Penyusun Kajian Akademik UMKM Hijau sekaligus menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di The Hermitage Hotel, Jakarta. Materi yang dibahas meliputi gap analysis, benchmarking, arsitektur regulasi, penguatan tata kelola, serta Regulatory Impact Assessment sebagai dasar penyempurnaan kebijakan pengembangan UMKM hijau di Indonesia.

Pengembangan UMKM hijau menjadi isu strategis mengingat UMKM memiliki peran yang sangat besar dalam perekonomian nasional, baik dari sisi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto maupun penyerapan tenaga kerja. Transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya diarahkan pada aspek lingkungan, tetapi juga pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, akses pembiayaan, tata kelola, dan daya saing produk UMKM.

FGD juga membahas sejumlah isu prioritas, antara lain harmonisasi definisi dan klasifikasi UMKM hijau, penyusunan sistem lima tier, penguatan pembiayaan hijau, integrasi data dan sistem measurement, reporting, and verification (MRV), serta keterhubungan antara status UMKM hijau dengan insentif, pendampingan, pembiayaan, sertifikasi, dan akses pasar.

Selain itu, pembahasan menekankan pentingnya membangun kebijakan yang inklusif dan proporsional. UMKM mikro, kecil, maupun menengah memiliki tingkat kesiapan yang berbeda sehingga proses transformasi tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Sistem penilaian dan pendampingan perlu disusun secara bertahap agar transformasi hijau menjadi peluang peningkatan kapasitas dan daya saing, bukan menjadi beban administratif baru bagi pelaku usaha.

Peta Jalan Pengembangan UMKM Hijau dirancang sebagai kerangka implementasi jangka panjang hingga tahun 2045. Roadmap tersebut mencakup penguatan fondasi, akselerasi dan diversifikasi, perluasan sistemik dan daya saing global, hingga konsolidasi berkelanjutan, sehingga transformasi UMKM hijau dapat terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional.

Keterlibatan UNUSA dalam kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penyusunan kebijakan berbasis keilmuan sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan mitra pembangunan internasional. Kegiatan ini juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, inovasi, produksi yang bertanggung jawab, aksi terhadap perubahan iklim, dan kemitraan pembangunan. (IP)