

Kesehatan reproduksi adalah bagian terpenting dari perempuan, khususnya mahasiswa yang sedang menginjak usia produktif. Di tengah padatnya kegiatan akademik maupun non akademik, mahasiswa sering mengeluhkan nyeri haid atau dismenore. Kondisi ini sering dianggap remeh oleh sebagian orang. Tetapi, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan mengganggu aktivitas belajar mahasiswi.
Untuk mengatasi permasalahan diatas, mahasiswi sering melakukan konsultasi pada tenaga kesehatan untuk meminta solusi dari nyeri haid. Hal ini juga dilakukan oleh mahasiswa UNUSA yang sering memanfaatkan pelayanan kesehatan di klinik pratama yang disediakan oleh pihak kampus.
Klinik pratama UNUSA kampus A adalah klinik yang tidak hanya melayani keluhan umum penyakit seperti gastritis, demam, atau perawatan luka kecil, tetapi juga mencakup konsultasi kesehatan reproduksi.
Berdasarkan wawancara dengan staf klinik pratama, tercatat bahwa sepanjang tahun 2024-2025 beberapa mahasiswi memanfaatkan keberadaan klinik pratama untuk konsultasi meredakan nyeri haid. Dengan senang hati, para tenaga kesehatan yang ada di klinik memberikan tips dan trik agar nyeri haid dapat diminimalisir.
Menariknya, pelayanan kesehatan ini gratis dibiayai oleh pihak kampus yang bersumber dari AKAMAWA. Setiap mahasiswa akan mendapatkan jatah 75.000/tahun untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di klinik pratama.
Selain itu, di klinik pratama juga terdapat beberapa poster kesehatan mengenai penyakit hipertensi dan diabetes yang merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat. Melalui poster edukasi ini diharapkan mahasiswa lebih sadar tentang cara menghindari penyakit diabetes dan hipertensi.
Kemudahan akses pelayanan kesehatan reproduksi di kampus merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga kesehatan diri.
Kesehatan reproduksi bukan hanya soal fisik, tetapi juga keseimbangan hidup perempuan agar tetap produksi, nyaman, dan percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.