Pamekasan – Dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Semadiksi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) ikut serta mengikuti kegiatan Bina Desa Jilid XI yang diselenggarakan di Desa Mangar Pamekasan, Madura. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat serta pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan sosial mereka.

Bina Desa Jilid XI merupakan program rutin Forum Komunikasi Mahasiswa Bidikmisi Surabaya Madura (FKMB SURAMADU) yang bertujuan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan masyarakat desa, sekaligus sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kondisi sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat di daerah terpencil. Pada periode kali ini, mahasiswa UNUSA fokus pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat melalui berbagai kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan.

“Kegiatan ini adalah aplikasi nyata dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi langsung terjun ke lapangan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mengasah kemampuan mereka,” ujar Ketua Semadiksi Unusa Periode 2025-2026 Ahmad Ali Ardi.

Selama pelaksanaan Bina Desa di Pamekasan, mahasiswa UNUSA terlibat aktif dalam pengajaran ke sekolah-sekolah, kegiatan penyuluhan, posyandu dan pelatihan ibu hamil. Selain itu, mereka juga mendampingi warga desa dalam mengidentifikasi masalah UMKM yang sering terjadi dan memberikan solusi praktis sesuai dengan kondisi setempat.

Kepala Desa dan warga setempat menyambut baik seluruh mahasiswa dari berbagai kampus di Madura dan Surabaya, mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. 

Kegiatan Bina Desa ini juga tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkaya pengalaman mahasiswa. Dengan semangat pengabdian, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pembangunan desa. (***)