Surabaya – Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital (FEBTD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) terus melakukan pengembangan untuk memastikan proses pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satunya melalui kegiatan Workshop Redesign Kurikulum yang membahas transformasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), integrasi Kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025, Assurance of Learning (AoL), serta Program Magang Berdampak.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (12/8) siang ini menghadirkan Prof. Dr. Zaenal Fanani, S.E., MSA., Ak., CA., ACPA sebagai narasumber. Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penyusunan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada materi pembelajaran, tetapi juga pada capaian dan kompetensi yang dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan.
Prof. Zaenal Fanani menjelaskan bahwa perubahan kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan agar perguruan tinggi mampu mengikuti perkembangan kebutuhan dunia kerja, industri, dan profesi.“Kurikulum perlu terus dikembangkan agar tetap relevan dengan perubahan yang terjadi serta mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Melalui penerapan pendekatan OBE, proses pembelajaran diharapkan memiliki arah yang lebih jelas. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensinya dalam menghadapi persoalan nyata.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya integrasi kurikulum dengan dunia industri dan asosiasi profesi. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan di lapangan.
Selain itu, penerapan Assurance of Learning menjadi bagian dari upaya evaluasi untuk memastikan capaian pembelajaran mahasiswa dapat diukur dan terus ditingkatkan. Program Magang Berdampak turut menjadi perhatian dalam proses redesign kurikulum. Melalui pengalaman belajar di luar kampus, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman praktis sekaligus mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia profesional.
Kegiatan redesign kurikulum ini menjadi langkah strategis FEBTD UNUSA dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada masa depan. Dengan kurikulum yang relevan, pembelajaran diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan secara lebih luas.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen UNUSA dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Melalui peningkatan mutu kurikulum dan pembelajaran, UNUSA terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, serta mampu menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.(IP)