Siapa sangka, proses pembuatan tahu yang sehari-hari dikonsumsi masyarakat ternyata menyimpan tantangan besar terkait kebersihan dan keselamatan kerja. Di balik padatnya aktivitas produksi industri skala kecil, kesadaran akan penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sering kali masih terabaikan. Sedangkan, faktor kebersihan diri pekerja dan sanitasi lingkungan kerja menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas produk pangan sekaligus melindungi kesehatan para pekerja itu sendiri.

Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi K3 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) turun langsung ke lapangan. Menggelar aksi nyata bertajuk K3 IN ACTION (Awareness & Community Training for Informal Occupational Needs) yang bertempat di Pabrik Tahu Desa Bohar, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (22/1/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan K3 Nasional 2026 ini menyasar para pekerja pabrik tahu. Dalam sesi edukasi interaktif, mahasiswa K3 UNUSA memberikan pemahaman praktis mengenai personal hygiene dan sanitasi area produksi. Materi yang disampaikan meliputi teknik mencuci tangan yang benar dengan sabun dan air mengalir, kebersihan peralatan pabrik untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme pada tahu, hingga pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengolahan bahan mentah.

​Tak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dasar. Di lapangan, masih dijumpai pekerja yang mengolah tahu tanpa sarung tangan atau hanya mengenakan pakaian tanpa lengan (lekbong). Kondisi ini berisiko memengaruhi kebersihan produk serta keselamatan kerja para buruh.

Inisiatif dan kepedulian dari mahasiswa UNUSA ini pun mendapat apresiasi dari pihak pengelola usaha informal setempat.

​”Selama berdirinya pabrik, karyawan memang belum pernah mengalami luka atau kecelakaan kerja berat. Namun, kalau sakit demam akibat perubahan cuaca itu ada. Kehadiran edukasi K3 dari mahasiswa ini sangat membantu menyadarkan pekerja akan pentingnya kebersihan dan penggunaan APD,” ungkap admin Pabrik Tahu Bohar.

​Melalui pendekatan langsung ke sektor industri skala kecil ini, mahasiswa K3 UNUSA berharap tingkat kesadaran K3 di lingkungan usaha informal terus meningkat. Langkah sederhana ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, sekaligus menjamin mutu pangan yang higienis bagi masyarakat luas. (drd)