KEMAJUAN teknologi menuntut pendidikan terus beradaptasi. Guru sekolah dasar dituntut menjadi guru yang berkualitas agar mampu menghadirkan pendidikan untuk keberlanjutan. Faktanya, banyak guru yang masih bergantung pada metode konvensional sehingga pembelajaran terasa monoton. Kondisi ini menegaskan perlunya kreativitas dan inovasi, pemanfaatan kapabilitas teknologi, serta dukungan infrastruktur TIK untuk benar-benar mendorong inovasi dalam proses belajar.
Menjawab kebutuhan tersebut, dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melaksanakan pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis flipbook digital dengan memanfaatkan aplikasi Canva. Kegiatan ini ditujukan bagi para guru SD di Kabupaten Magetan agar lebih siap menghadapi tuntutan zaman.
Flipbook dipilih karena mampu menghadirkan kombinasi teks, gambar, video, hingga animasi dalam satu paket pembelajaran. Inovasi ini diharapkan mampu membuat siswa lebih antusias dalam belajar. Melalui program pengabdian masyarakat, tim dosen Unusa berupaya meningkatkan literasi digital guru sekaligus memberikan bekal keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di kelas. Dengan begitu, kualitas pembelajaran tidak hanya mengandalkan materi, tetapi juga strategi penyajian yang kreatif.
Pelatihan dilaksanakan secara daring dengan tahapan yang terstruktur. Pada awal kegiatan, guru mengikuti pre-test untuk mengetahui kemampuan awal mereka dalam memanfaatkan teknologi. Selanjutnya, fasilitator memperkenalkan fitur Canva, memberikan demonstrasi pembuatan flipbook, serta mendampingi peserta saat praktik mandiri. Tidak berhenti di situ, sesi diskusi juga dibuka luas agar guru bisa menyampaikan kendala yang dihadapi. Setelah kegiatan inti selesai, para guru kembali mengikuti post-test serta mendapat kesempatan pendampingan lanjutan agar keterampilan yang diperoleh dapat terus diasah.
Selama proses berlangsung, beberapa hambatan sempat muncul. Kendala teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil hingga keterbatasan pengalaman menggunakan aplikasi digital menjadi tantangan tersendiri. Namun, solusi segera diambil dengan menyediakan rekaman materi yang dapat dipelajari ulang serta membuka jalur konsultasi setelah pelatihan berakhir. Upaya ini membuat peserta yang tertinggal tetap bisa mengejar pemahaman dan keterampilan yang dibutuhkan.
Program ini memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya berbeda. Peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi langsung berlatih membuat flipbook. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan sistematis, sehingga mudah diikuti meskipun bagi guru yang baru mengenal Canva. Adanya simulasi, contoh konkret, dan sesi tanya jawab menjadikan kegiatan ini lebih hidup. Ditambah lagi, pendampingan berkelanjutan memastikan guru tetap terdorong untuk terus mencoba dan berinovasi setelah pelatihan usai.
Hasil pelatihan menunjukkan capaian yang sangat positif. Hampir seluruh peserta berhasil membuat flipbook sendiri dan merasa puas dengan pengalaman yang didapatkan. Lebih dari 99 persen guru mengaku kemampuan mereka meningkat secara signifikan setelah mengikuti kegiatan. Selain menghasilkan produk bahan ajar digital, pelatihan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan flipbook digital dengan Canva ini membuktikan bahwa inovasi dalam pendidikan bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana. Guru yang semula ragu dengan teknologi kini dapat menghasilkan bahan ajar kreatif yang sejalan dengan kebutuhan siswa masa kini.
Upaya ini menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya tentang materi yang disampaikan, tetapi juga bagaimana cara menyajikannya agar lebih bermakna. Dengan keterampilan baru ini, guru SD di Magetan diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. (***)